Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

Pawai Nasi Adab Meriahkan HUT Kobar ke-66, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Jalan

Pawai Nasi Adab Semarakkan Hari Jadi ke-66 Kotawaringin Barat, Bupati Ajak Generasi Muda Cintai Budaya Daerah

Kabar Pangkalan Bun- Suasana Kota Pangkalan Bun berubah meriah pada Selasa (14/10/2025) siang. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang Jalan Pangeran Antasari untuk menyaksikan Pawai Nasi Adab, salah satu tradisi khas masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Jadi ke-66 Kobar, dan tahun ini berlangsung lebih semarak dari sebelumnya.

Ratusan peserta dari berbagai kalangan ikut ambil bagian dalam pawai budaya yang sarat makna ini. Mereka mengenakan busana adat, membawa hiasan khas, serta mengarak nasi adab—simbol rasa syukur, persaudaraan, dan kebersamaan masyarakat Kobar yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Pawai dimulai dari halaman Rumah Jabatan Bupati Kobar dan berakhir di Alun-Alun Pangkalan Bun. Sorak sorai masyarakat, tabuhan musik tradisional, serta tarian daerah membuat suasana semakin hidup dan penuh nuansa kebhinekaan.

Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah bersama jajaran Forkopimda hadir langsung untuk membuka pawai. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Pawai Nasi Adab bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk nyata pelestarian budaya lokal yang harus dijaga oleh generasi penerus.

“Pawai Nasi Adab adalah wujud syukur, kebersamaan, dan kecintaan kita terhadap budaya daerah. Ini bukan sekadar hiburan tahunan, tetapi juga sarana pendidikan budaya bagi masyarakat, terutama generasi muda,” ujar Bupati Nurhidayah di hadapan ribuan warga.

Pawai Nasi Adab Meriahkan HUT Kobar ke-66, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Jalan
Pawai Nasi Adab Meriahkan HUT Kobar ke-66, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Jalan

Baca Juga : Pengasuh Pesantren di Pangkalan Bun Diringkus Polisi Usai Cabuli Santriwati

Tradisi sebagai Akar Identitas Daerah

Nasi adab sendiri memiliki makna mendalam. Dalam tradisi masyarakat Kobar, nasi adab disajikan dalam wadah besar berisi lauk pauk lengkap, kemudian dimakan bersama-sama sebagai simbol persaudaraan, solidaritas, dan penghargaan terhadap keberkahan alam.

Tahun ini, tak kurang dari 150 kelompok peserta ikut serta dalam pawai—mulai dari pelajar SD hingga SMA, instansi pemerintah, BUMN, BUMD, komunitas seni budaya, hingga perwakilan masyarakat umum. Kreativitas peserta juga terlihat dari ornamen dan kostum yang dikenakan, memadukan unsur tradisi dan sentuhan modern.

“Pelibatan semua unsur masyarakat ini menjadi bukti bahwa tradisi nasi adab masih sangat hidup di tengah masyarakat. Semangat gotong royong dan kebersamaan inilah yang ingin kita teruskan,” jelas Nurhidayah.

Bangga pada Kekayaan Budaya Lokal

Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus bersyukur atas warisan budaya dan potensi alam yang dimiliki Kobar. Menurutnya, kekayaan budaya ini merupakan kekuatan penting dalam membangun daerah, terutama di tengah arus modernisasi.

“Kobar memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Akulturasi yang terjadi justru memperkaya, bukan menghapus jati diri. Karena itu, mari kita jaga dan lestarikan warisan ini sebagai kebanggaan bersama,” tegasnya.

Dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-66 ini, pemerintah daerah juga mengusung tema “Bersatu Wujudkan Kobar Makin Jaya” sebagai semangat untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Pembangunan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua. Mari bersatu untuk menjadikan Kobar lebih maju dan sejahtera,” tambahnya.

Antusiasme Warga Jadi Bukti Nyata

Pawai Nasi Adab tahun ini tak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Pedagang kaki lima dan pelaku UMKM tampak kebanjiran pembeli dari para penonton yang datang dari berbagai penjuru. Banyak juga wisatawan lokal yang mengabadikan momen pawai sebagai dokumentasi budaya.

Salah satu warga, Siti Rahma (36), mengaku senang bisa mengajak anak-anaknya menyaksikan pawai secara langsung. “Anak-anak jadi tahu budaya daerah sendiri. Semoga tradisi ini tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan yang terus menyala, Pawai Nasi Adab telah membuktikan bahwa warisan budaya lokal mampu menjadi pengikat identitas dan perekat sosial masyarakat Kotawaringin Barat. Pemerintah daerah berharap tradisi ini dapat terus diwariskan ke generasi selanjutnya, bukan hanya sebagai ritual tahunan, tetapi sebagai simbol persatuan dan kekuatan daerah.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *