Guncangan Besar di Tubuh Militer China: 2 Jenderal dan 7 Perwira Senior Dipecat karena Korupsi
Kabar Pangkalan Bun- Langkah tegas kembali diambil oleh pemerintah China dalam kampanye besar-besaran memberantas korupsi di tubuh militer. Dua perwira tertinggi dan tujuh pejabat senior militer resmi dipecat dari keanggotaan Partai Komunis dan jajaran militer setelah diduga terlibat dalam pelanggaran berat terkait praktik korupsi dalam skala besar.
Kasus ini sontak mengguncang publik dan menjadi salah satu pembersihan militer paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Dua Jenderal Berpengaruh Jatuh
Nama besar pertama yang terseret adalah He Weidong, jenderal berpangkat tertinggi kedua di China dan salah satu tokoh penting dalam struktur komando militer nasional. Ia dipecat bersama Miao Hua, laksamana dan mantan perwira politik tertinggi di militer.
Pemecatan ini bukan peristiwa biasa. He menjadi komandan pertama yang diberhentikan dari Komisi Militer Pusat Tiongkok saat masih menjabat sejak Revolusi Kebudayaan Tiongkok 1966–1976. Ia terakhir terlihat di depan publik pada Maret lalu sebelum akhirnya menghilang dari sorotan dan kini resmi dipecat.
Dalam pengumuman resmi yang dirilis Jumat (17/10), keduanya bersama tujuh perwira lainnya dituduh “melanggar disiplin Partai secara serius” serta “melakukan kejahatan berat yang melibatkan jumlah uang sangat besar.”
Kampanye Antikorupsi Diperketat
Juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Republik Rakyat Tiongkok, Zhang Xiaogang, menegaskan bahwa pelanggaran ini bersifat sangat serius dan menimbulkan dampak luas. Ia menyebut langkah pembersihan ini sebagai “pencapaian besar dalam kampanye antikorupsi Partai dan militer.”
He Weidong yang kini berusia 68 tahun juga memiliki posisi strategis di Politbiro Partai Komunis Tiongkok — lembaga elit beranggotakan 24 pejabat senior. Sebagai salah satu dari dua wakil ketua Komisi Militer Pusat, He adalah tokoh nomor tiga paling berkuasa di Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) dan dikenal dekat dengan Xi Jinping.

Baca Juga : Harga BBM Eceran Meroket di Pangkalan Bun, Warga: Kami yang Jadi Korban
Sementara Miao Hua lebih dulu diberhentikan pada Juni lalu, juga akibat tuduhan pelanggaran berat.
Momentum Politik yang Kritis
Pemecatan besar-besaran ini dilakukan menjelang sidang penting Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, yang beranggotakan lebih dari 200 pejabat senior. Dalam sidang pleno keempat di Beijing tersebut, diperkirakan akan ada keputusan lebih lanjut mengenai restrukturisasi personel dan perombakan kepemimpinan militer.
Nama-nama pejabat lain yang turut diberhentikan antara lain He Hongjun dari Departemen Pekerjaan Politik PLA, Wang Xiubin dari Pusat Komando Operasi Gabungan, serta Lin Xiangyang, mantan komandan Komando Teater Timur. Beberapa mantan komisaris politik Angkatan Darat dan Angkatan Laut PLA juga masuk dalam daftar.
Banyak dari mereka telah “menghilang” dari aktivitas publik dalam beberapa bulan terakhir—tanda bahwa penyelidikan diam-diam sudah berjalan lama.
Konsolidasi Kekuasaan
Mantan komandan Polisi Bersenjata Rakyat, Wang Chunning, juga dicopot dari badan legislatif nasional pada bulan sebelumnya bersama tiga jenderal lainnya.
Menurut analis politik Ja Ian Chong dari Universitas Nasional Singapura, pembersihan besar-besaran ini bukan hanya sekadar operasi antikorupsi, tetapi juga bagian dari konsolidasi kekuasaan Presiden Xi Jinping.
“Perombakan semacam ini kini semakin sering terjadi, bahkan seolah menjadi normal. Ini mencerminkan sentralisasi kekuasaan yang semakin kuat di tangan Xi Jinping dan Partai,” ujarnya.
Citra Militer Dipertaruhkan
Kasus ini menjadi ujian besar bagi militer China, terutama dalam menjaga citra dan stabilitas internal di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat. Pemerintah berjanji akan terus memperluas kampanye antikorupsi untuk menegakkan kedisiplinan dan loyalitas di tubuh militer.
Dengan pembersihan ini, Beijing menunjukkan sinyal kuat bahwa tidak ada satu pun tokoh, bahkan jenderal paling berpengaruh sekalipun, yang kebal terhadap hukum dan aturan Partai.















