Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

Insiden di Laut Jawa, ABK TB Patria 3 Ditemukan Meninggal Dunia Saat Berlayar

Tragedi di Laut Jawa: ABK TB Patria 3 Ditemukan Meninggal Dunia, Tim SAR Lakukan Evakuasi Tengah Malam

Kabar Pangkalan Bun- Sebuah insiden duka menyelimuti pelayaran kapal Tug Boat TB Patria 3 yang tengah berlayar di perairan Laut Jawa, wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Seorang Anak Buah Kapal (ABK) ditemukan meninggal dunia di tengah perjalanan laut pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Korban diketahui bernama Andi Haeran (52), yang selama ini bekerja sebagai Kepala Kamar Mesin (KKM) di atas kapal tersebut. Kejadian tragis itu terjadi ketika kapal sedang dalam pelayaran dari Bojonegoro menuju Kumai. Rekan-rekan kerja korban menemukannya tak bernyawa di dalam kamar pribadinya.

Panik di Tengah Laut

Suasana kapal mendadak mencekam ketika salah satu awak kapal tidak melihat korban keluar dari kabin sejak pagi. Ketika kamar korban diperiksa, ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Mengetahui hal itu, Abdul Gafur, kapten kapal TB Patria 3, segera menghubungi otoritas terkait dan melapor ke pihak berwenang. Seluruh area kamar langsung diisolasi untuk memastikan tidak ada gangguan terhadap lokasi kejadian.

Karena posisi kapal saat itu masih berada cukup jauh di tengah Laut Jawa, proses evakuasi tidak dapat dilakukan secara langsung. Situasi ini membuat seluruh kru kapal harus tetap tenang sambil menunggu bantuan datang.

Insiden di Laut Jawa, ABK TB Patria 3 Ditemukan Meninggal Dunia Saat Berlayar
Insiden di Laut Jawa, ABK TB Patria 3 Ditemukan Meninggal Dunia Saat Berlayar

Baca Juga : Korupsi Mengguncang PLA: Dua Jenderal dan 7 Perwira Terseret

Operasi SAR Bergerak Cepat

Menerima laporan resmi dari pihak kapal, Kepala Kantor SAR Palangka Raya AA Ketut Alit Supartana segera menginstruksikan pemberangkatan personel dari Pos SAR Pangkalan Bun untuk melaksanakan operasi evakuasi darurat.

Pada Sabtu (18/10), tim SAR diberangkatkan menggunakan Tug Boat milik PT Delang Makmur Jaya. Setelah menempuh perjalanan laut selama kurang lebih lima jam, tim akhirnya berhasil mencapai titik koordinat tempat TB Patria 3 berlabuh sementara. Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati, mengingat kondisi malam hari dan gelombang laut yang cukup tinggi.

“Begitu tiba di lokasi, tim langsung mengevakuasi jenazah dengan cepat dan aman,” ungkap Mahdi, Koordinator Lapangan Basarnas Pangkalan Bun.

Jenazah Tiba di Darat Tengah Malam

Jenazah korban kemudian dibawa menuju Pelabuhan Panglima Utar Kumai dan tiba sekitar pukul 02.40 WIB, Minggu (19/10) dini hari. Setibanya di pelabuhan, jenazah langsung dibawa ke RSUD Imanuddin Pangkalan Bun untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis.

Sementara itu, AA Ketut Alit Supartana menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama berbagai pihak yang membuat proses evakuasi berjalan cepat dan lancar.

“Ini bukti nyata bahwa sinergi antara Basarnas, TNI AL, Polri, KPLP, dan perusahaan pelayaran sangat penting dalam operasi penyelamatan di laut,” ujarnya.

Sinergi Lintas Instansi

Operasi ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue Pos SAR Pangkalan Bun, Pos AL Kumai, Inafis Polres Kotawaringin Barat, Dit Polairud Kotawaringin Barat, KPLP Kumai, serta perwakilan dari pihak perusahaan pemilik kapal.

Setelah jenazah berhasil dievakuasi dan diserahkan ke pihak keluarga untuk proses selanjutnya, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup.

Peringatan Akan Keselamatan Kerja di Laut

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan di laut memiliki risiko tinggi dan perlu kewaspadaan ekstra. Pihak SAR juga mengimbau seluruh perusahaan pelayaran untuk memperhatikan kondisi kesehatan kru, melakukan pengecekan rutin, serta memastikan kesiapsiagaan darurat dalam setiap pelayaran.

“Laut tidak hanya menuntut keahlian, tetapi juga kesiapan fisik dan mental. Kami berharap ke depan, setiap pelayaran dilengkapi sistem tanggap darurat yang lebih kuat,” tutup Alit.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *